Masalah Klitih Menjadi Topik Hangat di Dialog Radio Interaktif DPRD Kabupaten Sleman

Setdprd.slemankab.go.id –  27/12/2018 – Dialog interkatif Radio kali ini membahas tentang Penanganan Ketentraman dan Ketertiban Masalah Kithih dengan Narasumber Sri Riyadiningsih, S.Pd (Anggota Komisi A DPRD Kabupaten Sleman) dan Akhmad Edi Santoso, S.H., M.M (Kepala Bidang Trantib Satpol PP Kabupaten Sleman) di ruang Komisi A DPRD Kabupaten Sleman.

Masalah klithih sepeti diberitakan antaranews.com terdapat 43 kasus yang dilakukan oleh anak dibawah umur. Sementara 21 kasus terjadi di Kabupaten Sleman. Terlebih informasi kejadian yang terjadi di Seyegan, Kabupaten Sleman beberapa waktu yang lalu menjadi catatan tersendiri untuk ketentraman dan ketertiban di wilayah Kabupaten Sleman.

Sri Riyadiningsih, S.Pd sebagai anggota Komisi A DPRD Kabupaten Sleman mengenai angka 21 kasus yang terjadi di wilayah kabupaten Sleman mendapat sorotan serius. Terlebih pelakunya adalah anak dibawah umur atau usia sekolah (SLTA). Beliau juga mengutarakan peran keluarga adalah pendidikan awal dan yang paling utama. Sebagai Ibu dalam rumah tangga, peran Ibu sangat penting untuk pendidikan selama di rumah.

Selain itu Kepala Bidang Trantip Satpol PP mengutarakan 3 tugas penting SatPol PP dalam kaitannya ketentraman dan ketertiban, Satpol PP dalam menyelenggarakan trantip berkoordinasi dengan dinas pendidikan, dinas pariwisata, dinas sosial serta dinas kebudayaan.

Tidak bisa dipungkiri bahwa Sleman merupakan kota pendidikan dengan banyaknya universitas yang terletak di Kabupaten Sleman. Hal ini menimbulkan dampak sosial di masyarakat yaitu pengaruh budaya luar daerah. Tak hanya itu konflik sosial dengan perbedaan budaya masing-masing daerah dapat terjadi di wilayah kabupaten Sleman khususnya tindakan klithih anak sekolah.

Secara umum penanggulangan masalah klithih yang belakangan marak terjadi yaitu melalui perlindungan anak, masyarakat sebagai ujungtombak penanganan masalah klithih, serta penerapan jam malam untuk anak sekolah yaitu jam belajar masyarakat.

Gerakan di media sosial atau di masyarakat telah membentuk berbagai komunitas peduli sosial seperti gerakan penanggulangan aksi klithih dan lain-lain. Dari masyarakat peran karang taruna sebagai wadah untuk kegiatan positif siswa dapat dimaksimalkan untuk melakukan kegiatan pemuda. Perlindungan karang taruna yang didukung oleh Dinas Sosial membantu mengembangkan potensi anak muda agar tercipta kegiatan positif remaja. Melalui kegiatan penyuluhan trantip untuk anak muda dalam karang taruna seperti mengunadang kepolisian dan dari dinas kebudayaan.

Berbagai dinas sudah berupaya untuk menanggulangi masalah klithih melalui pemasangan cctv untuk memantau kejadian atau keadaan di area umum. Pemasangan cctv bekerjasama dengan dinas kominfo. Ibu Sri Riyadiningsih, S.Pd menghimbau bagi masyarakat untuk memasang cctv dapat membantu memantau keadaan sekitar. Sedangkan fungsi DPRD menjalankan fungsinya melalui pengawasan semua dinas kabupaten Sleman.

Pemerintah kabupaten Sleman dengan jargon “Kabupaten Layak Anak-anak” harus didukung dengan peran semua pihak agar tercipta ketenteraman dan ketertiban masyarakat. Penguatan regulasi terkait perunang-undangan telah menghasilkan perda sesuai Raperda Ketahanan Keluarga yang sedang dibahas. Peningkatan peran keluarga diberikan wacana sampai tingkat bawah. Kenakalan remaja adalah korban dari perubahan perilaku sosial untuk itu diharapkan ada tindakan/langkah bijak untuk anak agar tumbuh kembang anak dapat dimaksimalkan Ibu Sri Riyadiningsih menambahkan jangan main hakim sendiri bagi anak-anak pelaku klithih.

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *