Gerakan Sekolah Menyenangkan (GSM) mendapat Perhatian Khusus dari Komisi D DPRD Kabupaten Sleman

setdprd.slemankab.go.id –  Komisi D Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Kabupaten Sleman melakukan monitoring Gerakan Sekolah Menyenangkan di SMP 2 Godean pada Jum’at (6/12). Monitoring tersebut bertujuan mengetahui pelaksanaan ujian di Sekolah Menengah Pertama.

Ketua Komisi D M. Arif Priyosusanto, S.Si. bersama ketiga Anggota Komisi D DPRD Kabupaten Sleman yakni Susilo Nugroho, S.IP. Benedicte Rury Tyas Pramusi, S.E., serta H. Suryana, A.Md.Kes. Rombongan Komisi D bersama pendamping diterima dan disambut baik oleh Kepala Sekolah SMP 2 Godean Sri Banowati Wahyuningsih.

Menurut Sri Banowati Wahyuningsih terdapat rombongan belajar berjumlah 12, ruang kelas sejumlah 10, 2 ruang laboratorium dan 2 ruang sanitasi siswa. Memiliki 398 jumlah siswa dengan 237 siswa perempuan, dan 161 siswa laki-laki.  Jumlah total guru dan karyawan sebanyak 31 orang dan terdapat 9 guru GTT serta guru TIK, guru Olahraga, dan guru Seni. Ia mengatakan belum ada guru seni musik di SMP 2 Godean.

Sri Banowati Wahyuningsih mengatakan di SMP 2 Godean terdapat Gerakan Sekolah Menyenangkan (GSM). Sebuah gerakan sosial bersama guru untuk menciptakan budaya belajar yang kritis, kreatif, mandiri dan menyenangkan di sekolah. “Saat duduk di bangku sekolah dasar, sekolah begitu membosankan dan guru tidak bersahabat. Kalau sekarang, berangkat pun berebut datang paling pagi.” katanya.

Ia mengatakan setiap seminggu sekali terdapat pelatihan TIK dengan jumlah komputer 1 buah per siswa. Pelatihan tersebut bertujuan untuk melakukan simulasi pelaksanaan Ujian Sekolah Berbasis Komputer (USBK) dan Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK).

Berbagai prestasi telah diraih oleh SMP 2 Godean salah satunya yaitu peraih Juara 1 UKS terbaik se DIY Jateng dan terbaik ke-12 tingkat Nasional.

Kepala Sekolah SMP 2 Godean juga menyampaikan berbagai kendala yang dihadapi di sekolah yakni pengelola laporan Bantuan Operasional Sekolah (BOS). Memang sudah ada admin dapodik yang bertugas mengelola data siswa namun rata-rata di setiap sekolah belum ada pengelola laporan BOS.

Seperti disampaikan Anggota DPRD dari Fraksi PDI Perjuangan Susilo Nugroho, S.IP bahwa jangan sampai guru terbebani dengan administrasi-administrasi yang dapat mengganggu jam mengajar siswa.  

Rombongan Komisi D meninjau langsung ruang kelas siswa yang penuh dengan hasil kreatifitas siswanya. Terdapat lukisan, seni melipat kertas, tulisan kata-kata bijak, jadwal kegiatan siswa, serta zona kreatifitas siswa. Terdapat zona emosi di depan pintu masuk ruang kelas dengan berbagai ekspresi yang mewakili emosi siswanya setiap paginya.

Dari hasil monitoring didapati atap ruang kelas yang rusak. Tidak hanya itu, Komisi D menyayangkan masih ada coretan-coretan di bangku siswa.

© 2019, Humas (Afp/Yuk)

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *