Menghadapi Musim Pancaroba, Komisi A berkunjung ke BPBD terkait Kesiapsiagaan Penanggulangan Bencana Sleman

Senin, (13/01) Komisi A DPRD Kabupaten Sleman melakukan monitoring ke BPBD Kabupaten Sleman mengenai kesiapsiagaan penanggulangan bencana di Sleman. Ketua Komisi A Ibu Ani Martanti, S.T memimpin langsung kegiatan monitoring didampingi oleh Sekretaris Hj. Sumaryatin, S.Sos., M.A., dan Anggota Respati Agus Sasangka, S.IP., Ngadiman, M.Si., Suharyono, S.Pd. serta beberapa Staff dari Sekwan.

Ketua Komisi A Ani Martanti mengatakan maksud dan tujuan monitoring adalah untuk memantau seberapa siap BPBD Kabupaten Sleman dalam menanggulangi bencana terutama di musim pancaroba ini, harapannya penangananan korban bencana berbasis responsif gender, agar anak-anak, perempuan, dan kaum renta lebih diperhatikan. Beliau juga menyampaikan pentingnya edukasi penanganan bencana pada masyarakat, tidak hanya pada zona merah untuk meminimalisir korban bencana.

Komisi A juga meninjau langsung posko-posko bencana yang ada di Barak. Ani Martanti, S.T mengungkapkan bahwa posko bencana belum cukup memadai karena kondisinya yang tidak terawat dan model bangunan yang belum sesuai untuk lansia. Selain itu beliau juga mengungkapkan akan mengusahakan yang terbaik untuk masyarakat dan mengupayakan anggaran untuk penyedia fasilitas yang dibutuhkan. Seperti mengganti peralatan-peralatan yang sudah cukup tua dan tidak layak untuk digunakan.

Kepala BPBD Kabupaten Sleman Drs. Joko Supriyanto M.Si menyampaikan BPBD telah melakukan persiapan program penanggulangan bencana. Seperti mengadakan sosialisai ke masyarakat dan sekolah siaga bencana “Hingga saat ini sebanyak 55 desa sudah dilatih sebagai desa tangguh bencana dan 68 sekolah sebagai sekolah siaga bencana” ucap Joko pada kegiatan monitoring.

BPBD Kabupaten Sleman mempunyai TRC (Tim Reaksi Cepat) sebagai Tim yang akan sigap bencana selama 24 jam, yang ditempatkan pada wilayah zona merah dan memiliki posko di Jalan Cangkringan, Sanggrahan, Pakembinangun, Kabupaten Sleman. Selain itu sebanyak 52 komunitas relawan juga telah dilatih sebagai upaya kesiapsiagaan bencana.

BPBD Kabupaten Sleman juga memiliki aplikasi Lapor Bencana Sleman. Aplikasi tersebut dapat diakses menggunakan smartphone. Masyarakat dapat melapor dengan identitas yang jelas jika terjadi bencana dan dilengkapi dengan gambar atau video, kemudian TRC akan datang langsung kelapangan. Selain itu pada aplikasi Lapor Bencana Sleman juga dapat mengetaui jarak pengguna smartphone dengan merapi, atau titik bencana, jadi masyarakat dapat mengatahui posisinya masuk dalam zona aman atau berbahaya.

©Humas, 2020 (afp)

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *