Komisi A Terus Memonitoring Desa menjelang Pilkades E-Voting

setdprd.slemankab.go.id – Pesta demokrasi di Kabupaten Sleman akan segera dimulai, Desa di Sleman akan menggelar Pilkades E-Voting,  salah satunya di Desa Sendangmulyo Kecamatan Minggir Kabupaten Sleman. Untuk mengetahui seberapa siap pemerintah desa dalam menyelenggarakan pilkades, Komisi A monitoring di desa Sendangmulyo Senin (27/01/2020). Ani Martanti, S.T  ketua Komisi A menyampaikan maksud dan tujuan monitoring kali ini agar pelaksanaan pemilihan kepala desa (pilkades) e-voting sebagai perwujudan Sleman smart regency dapat berjalan dengan lancar dan sukses.

Monitoring Komisi A di Desa Sendangmulyo dihadiri oleh Camat Minggir
Setiharno, S.IP., Kepala Desa  Sendangmulyo Sukapsir, Panitia pilkades e-voting Sendangmulyo dan beberapa masyarakat. “Dinamika pemilihan umum di Desa Sendangmulyo melebihi ekspektasi panitia, terbukti hingga saat ini ada 8 orang yang mencalonkan diri”, jelas Setiharno. Selain itu figure bakal calon kepala desa juga sangat berpengaruh bagi pemilih dalam menentukan pilihannya. Terbukti dari beberapa calon merupakan kepala sekolah, ketua BPD, staff pemerintahan desa, dan pengusaha.

Ketua komisi A, Ani MartantiS.T berharap agar panitia pemilihan umun menguasai perda nomer 18 Tahun 2019 tentang Tata Cara Pemilihan dan Pemberhentian Kepala Desa “Penguasaan Perda sangat penting untuk panitia, hal ini agar tidak menjadi boomerang bagi panitia dalam mengawal keberhasilan pemilu”, ucapnya di sela pidato pembukaan. Ibu Ani juga berharap agar perempuan juga menjadi panitia pilkades e-vooting, agar keberadaan perempuan tidak lagi terpinggirkan.

Jumlah Daftar Pemilih Tetap (DPT) Desa Sendangmulyo berjumlah 5375 penduduk yang terbagi 2753 penduduk perempuan dan 2622 penduduk laki-laki. Oleh karena itu panitia cukup gencar dalam melakukan sosialisasi pilkades e-vooting. Apalagi pelaksanaan e-vooting baru pertama kali dilakukan di desa Sendangmulyo. Antusiasme warga pada kegiatan sosialisasi e-vooting cukup besar. “Dari 4 sesion sosialisasi untuk 16 padukuhan semuanya selalu dipadati oleh warga”. Untuk lansia yang kesusahan dalam e-vooting akan dibantu oleh angggota keluarga dan petugas pilkades. Oleh karena itu panitia optimis saat pelaksanaan tidak ada kendala berarti.

©Humas DPRD, 2020 (afp)

 

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *