Komisi C DPRD Sleman Meninjau Lokasi Longsor di Berbah

Setdprd.slemankab.go.id – Pita penggaduh / Speedtrap / Garis Kejut merupakan kelengkapan tambahan pada jalan yang berfungsi untuk membuat pengemudi lebih meningkatkan kewaspadaan dan menurunkan kecepatan kendaraan. Gundukan kecil yang melintang di tengah jalan dengan tinggi maksimal 12 dan lebar permukaan 15cm. sisi miring dengan kelandaian 15% dari ketinggian 8,5 derajat. Kemudian wajib dicat hitam putih secara diagonal. Jarak garis kejut satu dengan yang lainnya minimal 100 meter. Berjarak minimal 25 meter dari persimpangan jalan. Sehingga bila kendaraan yang melaluinya akan diingatkan oleh getaran dan suara yang ditimbulkan bila dilalui oleh ban kendaraan (4/2).

Sehingga pengendara bisa menurunkan kecepatan kendaraan karena akan melewati sekolah, masjid maupun persimpangan. Itu merupakan harapan dari takmir Masjid Al-Hikmah Sumberan di Jl. Damai, Sariharjo, Ngaglik, Sleman. Menanggapi hal tersebut Komisi C DPRD Kabupaten Sleman bersama Dinas Perhubungan Sleman meninjau langsung rencana pemasangan speedtrap tersebut. Speedtrap akan di pasang di 2 titik diantara masjid dan gang masuk Kampung. Harapannya speedtrap ini bisa menekan angka kecelakaan mengingat jalan tersebut sangat ramai di jam-jam padat.

Selanjutnya rombongan yang dipimpin langsung oleh Ketua Komisi C Timbul Saptowo, S.T. mengunjungi lokasi longsor di Kalitirto Berbah. Longsor tersebut disebabkan intensitas hujan yang tinggi dan curamnya tebing dekat pemukiman warga. Bahkan longsor sudah memakan badan jalan sehingga dikawatirkan bisa terjadi longsor susulan dan memperparah kondisi jalan Desa tersebut. Warga masyarakat Kalitirto Berbah berharap Pemerintah Kabupaten Sleman untuk segera menindaklanjuti karena bukan tidak mungkin jalan yang longsor tersebut bisa memakan korban baik bangunan warga atau masyarakat yang melintas.

Ketua Komisi C Timbul Saptowo menyampaikan pihaknya sudah menghubungi Dinas terkait dan sudah menyiapkan anggaran dan material yang dibutuhkan. “material bisa berupa bronjong semen batu dan peralatan lainnya, untuk tenaga pemasangan bisa dilakukan dengan gotongroyong oleh masyarakat sekitar”, tambahnya.

©Humas DPRD 2020, (afp)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *