Raker Komisi A membahas Kejahatan Jalanan “Klitih”

setdprd.slemankab.go.id – Klitih merupakan satu fenomena social yang terjadi di DIY dan sekitarnya, fenomena ini terjadi pada umumnya pelaku merupakan usia pelajar (14-19 tahun). Pada umumnya pelaku klitih akan mengincar target, merupakan siswa SMA pesaing atau anggota geng bahkan masyarakat umum. Belum lama ini tepatnya 2 dan 3 februari 2020 terjadi tindak kejahatan jalanan korban merupakan driver ojek online. Informasinya aksi klitih ini terjadi Senin dini hari di daerah jl. Kabupaten, pelaku sejumlah 2 orang membacok korban menggunakan senjata tajam.

Dengan maraknya aksi klitih tersebut DPRD Kabupaten Sleman melalu alat kelengkapan DPRD Komisi A menggelar rapat guna mendengar sejauh mana stake holder terkait menangani kejahatan jalanan/klitih tersebut. Rapat dipimpin langsung oleh Ketua Komisi A Ani Martanti, S.T dihadiri oleh anggota Komisi A dan Instansi terkait yaitu Satpol PP Dinas P3AP2KB, Polres Sleman, Kesbangpol, dan Dinas Pendidikan.

Ketua Komisi A Ani Martanti menyatakan keprihatinannya terkait maraknya klitih yang menurutnya sudah melewati batas kenakalan remaja, beliau berharap Dinas terkait termasuk Polres bisa segera mengatasi kenakalan remaja di jalanan tersebut. “bisa disebut ini bencana sosial dan sangat urgent sekali anak anak terlibat disitu bahkan menjadi pelaku tidak tahu pasti tujuan, melukai dengan sengaja dan membuat kepanikan di masyarakat, sangat jelas bahwa anak-anak tersebut lepas dari kendali orang tua, tindakan yang harus dilakukan adalah tindakan represif dari Pemerintah Kabupaten Sleman melalui Dinas Pendidikan bisa melarang siswa membawa kendaraan bermotor ke lingkungan sekolah, karena fasilitas yang digunakan untuk melakukan aksi kejahatan jalanan tersebut menggunakan sepeda motor.

Selanjutnya melalu Kesbangpol diharapkan bisa mengidentifikasi ketika ada indikasi kenakalan remaja melalui edukasi ke orang tua maupun masyarakat agar bisa menegur anak anak yang suka keluar malam di jam istirahat. Peran serta Dinas P3AP2KB juga sangat dibutuhkan dengan mensosialisasikan Perda no 16 Tahun 2019 tentang Pembinaan Ketahanan dan Kesejahteraan Keluarga bahwa jam istirahat sebagai upaya perlindungan terhadap anak antara pukul 22.00 WIB sampai 04.00 WIB. Di Pasal 26 sudah dijelaskan setiap anak dilarang beraktifitas diluar rumah pada jam istirahat kecuali ada aktifitas organisasi di lingkungan sekolah maupun kemasyarakatan.

“Harapan ke depan kami tidak mau mendengar ada kejadian serupa, perbaiki infrastruktur jalan penambahan lampu penerangan jalan dan CCTV yang bisa mendeteksi wajah”.

Kasat Reskrim Polres Sleman AKP Rudi Prabowo, S.IK. menyampaikan bahwa tindakan kriminal jalanan tersebut sampai dengan bulan ini Kepolisian sudah menahan 11 tersangka. Rata rata masih pelajar dibawah umur. “ kami sudah berupaya semaksimal mungkin meningkatkan patroli gabungan sampai pagi, razia ke sekolah sekolah, razia jalanan di dinihari, kami harap bisa bekerja sama dengan Pemerintah Kabupaten, masyarakat dan para orang tua. Kami juga membuka pusat aduan call center diharapkan jika terjadi gangguan keamanan bisa langsung di laporkan ke call center tersebut”, tambahnya.

Polda DIY (0274) 88 6000

Polres Bantul (0274) 367 570

Polres Kulon Progo (0274) 773 110

Polres Gunungkidul (0274) 391 110

Polres Sleman (0274) 868 410

©Humas 2020, (afp)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *