Bahas Kekeringan, Komisi A mengunjungi Desa Gayamharjo, Prambanan

setdprd.slemankab.go.id – Puncak musim kemarau di Yogyakarta diprediksi mulai bulan Agustus 2020, Kabupaten Sleman telah mengantisipasi desa-desa yang menjadi langganan kekeringan, yaitu Desa Gayamharjo Prambanan. Di sebelah Timur berbatasan dengan Kabupaten Klaten, selatan berbatasan dengan Gunungkidul. Dengan kondisi alam yang berupa bukit atau tegalan dan sering terjadi kekeringan panjang maka, untuk membahas kekeringan yang terus berulang Komisi A DPRD Kabupaten Sleman yang dipimpin langsung oleh Ketua Komisi A Ani Martanti didampingi kepala BPBD Sleman Joko Supriyanto mengunjungi desa Gayamharjo terkait pengelolaan air untuk persiapan menghadapi musim kemarau. Mengingat desa Gayamharjo, Prambanan tahun kemarin mengalami kekurangan air bersih (24/8). 

Untuk mengatasi permasalahan tersebut, PDAM Sleman menyiapkan langkah antisipasi, PDAM telah membangun jaringan pipa air ke rumah-rumah warga, PDAM sudah mendata jaringan pipa, kendala PDAM saat ini adalah banyak nya jaringan pipa yang sudah rusak kropos bahkan bocor perlu ada perbaikan ataupun penggantian pipa. Selanjutnya PDAM akan melakukan sosialisasi kepada masyarakat desa Gayamhrjo terkait tata cara menjadi pelanggan dan terkait retribusi yang harus di bayarkan.

Secara teknis PDAM dan Dinas Terkait telah membuat jalur pipa transmisi dari IPA (instalasi Pengelolaan Air) Pendekan, Tirtomartani ke sumur Penampungan Grogol. Dengan pipa transmisi berdiameter 6 inchi air kapasitas 10 liter/detik mengalir masuk ke reservoir transfer ke Grogol Sumberharjo (114 mdpl), lalu di pompa lagi ke atas menuju ke Candisari Wukirharjo (193 mdpl). Kemudian, ke Losari II, Wukirharjo (266 mdpl), seteleh itu ke Gayamharjo (333 mdpl), untuk selanjutnya di pompa ke reservoir utama Mintorogo, Gayamharjo (421 mdpl). Dari titik tertinggi ini baru dapat mengalir secara gravitasi ke bawah untuk bisa digunakan masyarakat. Jadi, untuk menarik air dari Pendekan ke bukit Mintorogo PDAM Sleman menyiapkan sekitar 4 buah mesin pompa. Langkah ini masih dalam proses ujicoba, ujicoba dilakukan selama tiga bulan.

Ani berharap, saluran pipa sudah bisa digunakan untuk memenuhi kebutuhan air masyarakat Gayamharjo dan sekitarnya, dan menghakhiri kekurangan air yang bertahun tahun melanda desa ini. Karena air merupakan kebutuhan utama bagi manusia dan mahluk hidup lainnya. Selanjutnya rombongan komisi A menuju ke bukit Mintorogo untuk pengecekan bak penampungan/reservoir utama. 

©Humas DPRD 2020, (afp)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *