Monitoring Komisi D ke SMPN 4 Pakem

setdprd.slemankab.go.id – SMP Negeri 4 Pakem merupakan salah satu Sekolah Menengah Pertama Negeri RSBI (Rintisan Sekolah Bertaraf Internasional) yang ada di Kabupaten Sleman, sekolah ini juga merupakan salah satu sekolah unggulan di Kabupaten Sleman, dan sering mendapatkan juara dalam skala Nasional, akan tetapi sekolah ini juga tidak lepas dari berbagai permasalahan yang mungkin ada, karena di masa pandemic Covid-19 belajar tatap muka di tiadakan, untuk itu Komisi D hadir ke SMP Negeri 4 Pakem untuk mendengarkan permasalahan yang mungkin saja ada di sekolah tersebut. Rombongan Komisi D dipimpin langsung oleh ketua Komisi D, M. Arif Priyosusanto, S.Si.(27/8).

Kepala Sekolah SMP N 4 Pakem Ponidi, S.Pd. menerima langsung kedatangan Komisi D, Ponidi menyampaikan terimakasih atas kunjungan Komisi D. Beliau memaparkan untuk keberhasilan yang diperoleh dari SMP N 1 Pakem sendiri tidaklah bersumber dari Guru yang ada, namun dari merubah pola pikir dengan menggodok / mengasah kemampuan siswa dan guru yang mengajar untuk dapat dengan enjoi melaksanakan proses belajar mengajar yang menyenangkan, dan akhirnya ilmu yang diberikan dapat terserap dengan baik oleh para siswa. Tambahan jam belajar mengajar berupa les atau pendalaman materi juga perlu diberikan agar ilmu yang didapat semakin banyak.  Disamping itu sekolah ini juga mendidik karakter juara. Pilihan ketrampilan juga ada berbagai macam yang disediakan Sekolah  ini baik Seni Tari, Seni Musik, Bahasa Inggris, dan juga karya Ilmiah.sekolah ini juga menjadi pemasok terbesar untuk siswa Pradita Dirgantara yang berada di Surakarta.

Sejak tahun 1996 ada 40 ASN (35 Guru dan 5 Tata Usaha) namun seiring berjalannya waktu sekolah ini kini hanya meninggalkan 18 ASN, selain itu masih ada GTT dan PTT. Namun GTT dan PTT di Sekolah ini kesejahteraannya masih memprihatinkan  dikarenakan hanya mendapatkan gaji 700.000 rupiah dari Daerah dan 750.000 rupiah dari sekolahan. Di masa Pandemi Covid-19 siswa baru diwajibkan mengikuti MPLS (Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah) secara Daring, adalah kegiatan pertama masuk Sekolah untuk pengenalan program, sarana dan prasarana sekolah, cara belajar, penanaman konsep pengenalan diri, dan pembinaan awal kultur Sekolah (Permendikbud RI No.16 tahun 2018 tentang Pengenalan Lingkungan Sekolah bagi Siswa Baru) secara online. Kepala Sekolah Ponidi mengatakan Pelaksanaan MPLS Jarak Jauh dilaksanakan secara online, maka peserta didik wajib menggunakan HP/Tablet/Laptop yang terhubung dengan internet, selama pelaksanaan MPLS Jarak Jauh peserta didik diwajibkan menggunakan seragam lengkap (daftar hadir wajib upload foto selfie dengan seragam lengkap), permasalahan baru adalah boros nya penggunaan kuota jika proses belajar mengajar terus menerus melalui daring atau melalui video.

Ketua Komisi D, M. Arif Priyosusanto, S.Si mengapresiasai atas berbagai prestasi yang diperoleh SMP N 1 Pakem. Arif menambahkan untuk prestasi yang diperoleh jangan sampai lepas kalu bisa dipertahankan, atau bahkan lebih baik lagi, agar sekolah ini masih menjadi sekolah unggulan yang di favoritkan siswa. Kedepan Pihaknya juga akan berkomunikasi dengan Dinas Pendidikan agar dapat mencontoh sekolah-sekolah yang menjadi sekolah unggulan, agar Sleman terdapat beberapa sekolah unggulan.

@Humas DPRD 2020, (pyp)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *