Ketua DPRD Kabupaten Sleman Haris Sugiharta menghadiri peresmian Objek Wisata Grojokan Watu Purbo oleh Bupati Sleman

setdprd.slemankab.go.id – Yogyakarta punya banyak objek wisata alam yang menarik, hampir semua di Kabupaten di Provinsi DIY mempunyai wisata wisata baru, salah satunya Grojogan Watu Purbo. Grojogan Watu Purbo merupakan destinasi wisata yang sudah ada sejak lama, namun baru viral dan ramai dibicarakan awal tahun 2020. Karena lokasinya yang instagramable Grojogan watu Purbo menjadi spot Photography dan untuk singgah para pesepeda yang sengaja mampir untuk istirahat. Grojogan watu purbo terletak di Kabupaten Sleman lebih tepatnya di Kalurahan Merdikorejo, Kapanewon Tempel. Aliran air Grojogan Watu Purbo bersumber dari sungai Krasak yang berhulu di Merapi, bentuknya seperti terasiring 6 tingkat, dan sudah ada sejak tahun 1975, terasiringnya difungsikan sebagai system pengatur aliran lahar dingin untuk antisipasi jika Gunung Merapi Erupsi yang mengakibatkan banjir lahar dingin.

Meskipun sudah semakin popular sebagai destinasi wisata, Grojogan Watu Purbo masih terus berbenah untuk penambahan fasilitas demi kenyamanan pengunjung. Puncaknya pada tanggal 21 November 2020 Pemkab Sleman Bersama BPD DIY Cabang Sleman meresmikan Obyek Wisata Grojogan Watu Purbo. Bupati Sleman Bersama Ketua DPRD Sleman di dampingi Panewu Tempel serta pimpinan Bank BPD DIY Cabang Sleman meresmikan Objek Wisata Grojogan Watu Purbo. Peresmian ditandai dengan penandatanganan prasasti dan pemotongan pita oleh Bupati.

Bupati Sleman Sri Purnomo mengapresiasi semua pihak yang terlibat atas keberhasilan pengelolaan wisata baru di Kapanewon Tempel, sehingga bias menjadikan tempat wisata alam baru di Kabupaten Sleman, dan tentunya meningkatkan pemasukan bagi UMKM sekitar. Jumlah pengunjung Grojogan Watu Purbo setiap akhir pekan bias mencapai lebih dari seribu, itu menunjukan keberhasilan pengelola dalam mempromosikan obyek wisata baru tersebut, harapanya obyek wisata ini bias dikelola secara professional, agar kenyamanan dan keamanan pengunjung dapat terjamin.

“Watu Purbo ini kan sungai yang berhulu dari Merapi, perlu pemahaman pengelola tentang karakteristik sungai ini, contoh nya waktu erupsi merapi, pengelola harus paham sewaktu waktu banjir di atas bias langsung antisipasi” tambahnya.

Bupati Sleman juga berharap pengelolaan sampah harus benar-benar diperhatikan, mengingat wisata ini masih baru, pengelola diharapkan bias menyediakan tempat sampah di lokasi -lokasi berkumpul, agar keasrian wisata tersebut terus terjaga.

Wawan Widiyantoro Panewu Tempel meyampaikan bahwa jajarannya di Kapanewon berkomitmen untuk mengikutsertakan peran masyarakat sekitar di objek wisata ini. Salah satunya pemanfaatan PUPM (Pengembangan Usaha Pangan Masyarakat), untuk saat ini PUPM pengembangan SDM mencapai 70% dan sisanya pembangunan fisik.

Panewu Tempel, Wawan Widiyantoro, pun menyebutkan bahwa pihaknya tengah berkomitmen untuk meningkatkan pemberdayaan masyarakat, salah satunya dengan pemanfaatan PUPM (Pengembangan Usaha Pangan Masyarakat). Menurutnya pemanfaatan PUPM di Kapanewon Tempel, yang digunakan untuk pengembangan SDM mencapai 70%, dan sisanya untuk pembangunan fisik.

Selanjutnya, Bupati Sleman juga menyempatkan diri meninjau bazar UMKM yang diadakan di tempat tersebut. Bazar UMKM ini juga dilengkapi dengan fasilitas pembayaran non tunai dengan scan barcode melalui QRIS. Ini merupakan kerjasama antara Pemerintah Kabupaten Sleman dengan Bank BPD DIY Cabang Sleman. Pada kesempatan tersebut Bank BPD DIY Cabang Sleman juga menyerahkan bantuan berupa 5 unit tempat cuci tangan kepada pengelola obyek wisata Grojogan Watu Purbo. Pada kesempatan tersebut, Bupati Sleman juga meresmikan masjid Al-Barokah yang berada di komplek wisata Grojogan Watu Purbo serta pembangunan jalan sepanjang 600 meter menuju obyek wisata.

©Humas DPRD 2020, (pyp, afp)

 

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *