Ir. H. Abdul Kadir, M.H. ajak eksekutif dan pengusaha siapkan strategi dan sinergi memulihkan perekonomian

setdprd.slemankab.go.id – Vaksinasi Berbasis Kalurahan menjadi strategi baru Pemkab Sleman untuk mempercepat vaksinasi dari tingkat bawah, seperti di Kantor Kalurahan Sariharjo Ngaglik Sleman pada Selasa (14-9-2021) yang diselenggarakan Dinkes Sleman, Pemerintah Kalurahan Sariharjo, Satgas Covid 19 dan Fraksi PAN DPRD Sleman. Kuota vaksin disediakan untuk 1.500 peserta. Dinas Kesehatan (Dinkes) Sleman mulai menjalankan perubahan strategi untuk mengejar target capaian vaksinasi 80% pada akhir Oktober 2021. “Percepatan vaksinasi tentunya tidak semata untuk mencapai target, melainkan bertujuan untuk membentuk herd immunity (kekebalan komunal).” ujar dr. Cahya Purnama, M.Kes, Kepala Dinkes Sleman. Cahya Purnama optimis target tersebut akan terealisasi karena capaian vaksinasi untuk dosis pertama di Sleman sudah mencapai 62%. Sedangkan masalah stok vaksin, Cahya mengatakan stok vaksin masih aman. Di Sleman terdapat empat jenis vaksin dengan rincian, untuk vaksin jenis Sinopharm tersedia 50 dosis, Moderna 29.834 dosis, AstraZaneca 22.220 dosis dan Sinovac 52.346 dosis berdasarkan data per 10 September 2021. Cahya Purnama menambahkan vaksinasi Covid-19 akan difokuskan di setiap kalurahan “Strategi yang akan kami lakukan adalah percepatan vaksinasi massal baik di sentra vaksin maupun reguler di fasilitas kesehatan bekerja sama dengan masing-masing kalurahan,” Strategi ini akan mendekatkan dengan peserta vaksin disamping dilakukan strategi jemput bola dan door to door.
Ir H. Abdul Kadir, MH Ketua Gugus Covid DPRD Sleman mendukung pelaksanaan vaksinasi berbasis kalurahan di Sariharjo. Langkah ini dilakukan agar sasaran vaksinasi Covid-19 dapat menyasar warga yang belum divaksin sehingga tarjet vaksinasi bisa segera terpenuhi dan merata “Vaksinasi menjadi senjata menurunkan level sekaligus mewujudkan herd immunity (kekebalan komunal), ditarjetkan akhir September 75% warga sudah di vaksin. Herd immunity akan menjadi kunci pemulihan perekonomian, prasyarat Pembelajaran Tatap Muka hingga mensukseskan pelaksanaan pilihan Lurah serentak di Kabupaten Sleman pada akhir Oktober 2021” ungkap Abdul Kadir, sambil menambahkan patut disyukuri Sleman sudah turun pada level 3 setelah sebelumnya bertengger pada level 4 PPKM. Ir. H. Abdul Kadir, MH mengajak eksekutif, pengusaha dan komunitas menyiapkan strategi dan berkolaborasi membangkitkan perekonomian mengingat Kabupaten Sleman memiliki kekayaan potensi pariwisata maupun pelaku usaha mikro, UMKM.

(HRH91) 2021

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *